Orang yang diam diam jatuh cinta
Postan ini bersumber dari novelnya raditya dika yang MMJ. Dan gue suka banget sama ini. Novel MMJ bener bener member gue pencerahan, ceileeeeh… hahaha… Okedeh.. ini isi bab 1 yang gue tulis. Nyentuh banget. Hahahaha… Cekidot..
Orang yang jatuh cinta diam diam tahu dengan detail semua informasi orang yang dia taksir. Walaupun meraka belum pernah bertemu sekalipun. Gue tau rumah dia dimana. Gue tau tanggal lahir dia kapan. Gue tau kalo dia pas sekolah nggak naik motor dianter sama mamanya. Gue tau dai kalo berangkat pagi pagi banget, sekitar jam 6-an. Gue tau semua temen deketnya disekolah. Gue tau tempat nongkrongnya kalo istirahat dimana. Gue tau… Gue tau semua itu. Dan pasti kalian yang sedang jatuh cinta secara diam diam tau akan hal seperti itu.
Dari mana kita tau semua ini?
Seperti biasa dari teman. Dari pengamatan. Dari keinginan untuk mencari tau, bahkan sampai hal yang terkecil atas orang yang kita taksir.
Orang yang jatuh cinta diam diam memenuhin catatanya dengan perasaan hati yang tidak tersampaikan. Huuuh, emang, emang bener, gue menuh menuhin buku buku tulis gue dengan nama dia. Gue menuh menuhin notes gue sama dia. Gue menuh menuhin diary gue dengan apapun yang gue lakuin yang berhubungan sama dia. Dan yang paling pasti. Gue menuh menuhin otak gue dengan dia dia dia.
Orang yang jatuh cinta secara diam diam selalu bertingkat seperti penguntit. Gue kadang ngeliatin dia secara diem diem, merhatiin setiap gerakannya, ngikutin dia, dan lain lain sebagainya.
Terkadang disaat gue berpapasan sama dia, gue ngerasa gue deket banget sama dia. Dan hanya beberapa langkah kemudian gue merasa jauh kembali. Seperti yang ditulis oleh Oscar Wilde : seperti dua kapal yang berpapasan sewaktu badai, kita telah bersilang jalan satu sama lain; tapi kita tidak membut sinyal, kita tidak mengucapkan sepatah kata pun, kita tidak punya apa pun untuk dikatakan. Romantis sekali bukan? Hahaha…
Hampir semua orang yang jatuh cinta diam diam pernah menelpon orang yang kita taksir dan langsung menutup teleponnya kembali. Hal yang membedakan adalah jam mereka menelpon orang yang dicintainya secara diam diam.
Orang yang jatuh cinta secara diam diam pada akhirnya selalu melamun dengan tidak pasti, memandang waktu yang berjalan dengan sangat cepat dan menyesali semua perbuatan yang tidak mereka lakukan dulu. Gue kadang menyesal karena kadang gue nenyia nyiakan kesempatan gue untuk dapetin dia.
Orang yang jatuh cinta secara diam diam harus bisa melanjutkan hidupnya dalam keheningan. Gue kadang berifkir kalo missal gue udah nggak bisa ngelanjutin ini semua. Tapi gue nggak mau jadi orang bego yang mau berhenti melanjutkan ini semua cuman gara gara C-I-N-T-A!
Pada akhrinya orang yang jatuh cinta secara diam diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuman bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh mulai dari kecil, sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh.
Orang yang jatuh cinta secara diam diam pada akhirnya akan menerima. Gue harus belajar menerima kalau pun dia tidak membalas cinta ini. Kalau pun dia sudah ada yang punya. Gue harus bisa nerima itu keesokan harinya.
Orang yang jatuh cinta secara diam diam paham bahwa kenyataan berbeda dengan apa yag kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya yang kita butuhkan hanyalah merelakan.
Orang yang jatuh cinta secara diam diam hanya bisa seperti yang mereka lakukan, jatuh cinta sendirian.
Sabtu, 18 Desember 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar